CURHATAN ALA PENULIS~

Terima kasih atas kesempatan diberikan kepada saya penulis, untuk memaparkan secara rinci mengenai arti kehidupan ~
(Efek kebanyakan latihan debat)

Jumpa lagi dengan saya penulis bawel nan mempesona. Ada yang rindu cerita dari penulis? 🙋

Jadi, setelah beberapa detik, menit, jam, hari, minggu dan bulan berlalu~ Pada akhirnya penulis memiliki waktu untuk sedikit berbagi pengalaman dan pemikiran. Yang pasti, Tuhan selalu baik buat kita. Bukan begitu? 😉

So, bulan kemarin dan bulan ini adalah hari-hari yang cukup melelahkan bagi penulis. Melewati masa TTS, kemudian ditambah pergumulan dalam berbagai kegiatan di dalam maupun diluar kampus, tapi karna tidak bergantung pada kekuatan sendiri, pada akhirnya Tuhan lah yang ikut campur dalam segala perkara 😊
Puji Tuhan, 2 kabar bahagia datang di hari yang bersamaan. Pertama, penulis mendapatkan juara lagi di acara Lomba Debat Angkatan FH 2017. Yeaaayyy! (Tolong diingat prosesnya yah. Cerita menyusul). Kedua, penulis lolos seleksi beasiswa dari Scranton Scholarship. Yeaaaayyyy! (Ini pun banyak pihak yang terlibat dan terima kasih banyak atas bantuannya. Cerita mungkin juga akan menyusul.hihi)
Rasanya? Campur aduk! Bahagia, seneng, sedih, lega, lelah. Tapi yang pasti amat sangat bersyukur, karna bener-bener ga habis fikir aja sama kebaikannya Tuhan. Seakan sangat mengerti kebutuhan anak-anaknya~ Bahkan lebih dari apa yang kita minta~

Intinya , Tuhan itu amat sangat baik gaes! Mintalah~ Maka akan dibri padamu. Tapi perlu diingat, ora et labora. Berdoa sambil bekerja,gaes. Yang terpenting lakukan terbaik dari bagianmu dengan tidak mengandalkan diri sendiri, melainkan selalu mohon kekuatan dari Tuhan untuk kalian menghadapinya. Mungkin agak berat~ tapi percayalah semua akan indah pada waktunya 💞

Dan sekedar ingin sedikit berbagi fikiran. Bahwa penulis berfikir, tiap orang dalam kehidupannya pasti memiliki Prinsip! Prinsip ini dapat berubah, tergantung dengan siapa kamu bergaul, dan bagaimana kehidupanmu bertumbuh. Seperti yang penulis katakan sebelumnya bahwa penulis ingin hidup layaknya sebuah pohon. Selain bertumbuh, dia juga berbuah~ Buah yang dihasilkan juga tidak akan dinikmati sendiri, melainkan akan dinikmati oleh orang-orang di sekitarnya. Begitupun dengan kita manusia. Sejauh manakah buahmu telah dinikmati oleh lingkunganmu?
Apakah kamu masih bingung bagaimana cara menghasilkan buah? Tanyakanlah pada sang Matahari yang akan membantumu berfotosintesis sehingga dapat menghasilkan buah yang terbaik ☺
Do you know what i mean? Hihi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CAPACITY

KATA HATI

WHO ARE YOU?